Impor minyak mentah ke salah satu negara konsumen terbesar akan menjadi lebih mahal yang disebabkan oleh devaluasi, karena kebanyakan harga internasional komoditas dalam satuan dolar.
Keputusan Tiongkok tersebut juga ditelaah sebagai taktik untuk menghidupkan kembali perekonomian yang tengah lesu. Impor minyak mentah ke Tiongkok sejauh ini tetap kuat, tetapi investor mengkhawatirkan mengenai akan berapa lama tren tersebut dapat bertahan.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light, sweet untuk pengiriman September turun 13 sen dan diperdagangkan pada $ 42,95 per barel di Globex. Harga tersebut menyentuh titik rendah intra-day $ 42,89 / barel. Minyak mentah Brent di ICE Futures exchange London turun 23 sen menjadi $ 48,95 per barel, dekat ke posisi terendah enam tahun pada bulan Januari tahun ini.
Harga minyak mentah mungkin akan menemukan dukungan jika data mingguan persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan. Namun, kekhawatiran masih ada mengenai memburuknya jarak antara pasokan dan permintaan karena permintaan musiman telah mencapai puncaknya dan kemungkinan akan menurun dalam beberapa hari mendatang.(Edo Bramantio – Financeroll)







