Bursa pada dasarnya berarti
pasar. Jadi, bursa berjangka dan bursa saham memiliki satu persamaan:
keduanya adalah pasar tempat terjadinya transaksi surat berharga.
Perbedaan mendasar antara bursa berjangka dan bursa saham adalah
underlying asset atau barang yang diperjualbelikan. Untuk individu yang
melakukan transaksi di bursa saham atau bursa berjangka, maka perlu
membuka rekening terlebih dahulu di perusahaan sekuritas atau broker.
Bursa
saham memperjualbelikan saham –surat bukti kepemilikan sebuah
perusahaan– dari perusahaan-perusahaan terbuka, sementara bursa
berjangka memperjualbelikan kontrak jual-beli. Misalnya, kontrak jual
beli emas atau index futures. Karena perbedaan barang yang
diperjualbelikan, risiko bertransaksi di bursa saham dan bursa berjangka
pun berbeda. Pastikan Anda mengerti betul risiko investasi yang akan
terjadi. Dengan kata lain, Anda harus mengerti cara uang bertambah atau
berkurang sebagai hasil dari transaksi di masing-masing bursa.
Di
bursa saham, saat nilai sebuah saham turun, belum tentu Anda langsung
‘merugi’. Anda masih memiliki pilihan untuk hold hingga nilai saham
perusahaan tersebut membaik. Tentu saja pilihan saham perusahaan sangat
berpengaruh. Tetapi, dalam bursa berjangka, pergerakan pasar yang sangat
cepat dapat langsung membalikkan posisi, sehingga total loss sangat
mungkin terjadi.
Primarita S. Smita







