Hingga akhir minggu ini, para pialang
menantikan data utama AS, Non Farm Payroll untuk bulan Agustus. Data
lain yang ditunggu adalah data ADP. Data-data tersebut apabila angkanya
buruk, semakin mengaburkan rencana kenaikan suku bunga. Sesuatu yang
membuat para investor bergairah. Dipasar spot, harga emas diperdagangkan
pada kisaran $1.139,33 per ons, tidak banyak beranjak dari perdagangan
sehari sebelumnya di $1.139,70. Sementara pada bursa berjangka untuk
kontrak pengiriman bulan Desember, harganya turun 60 sen ke $1.139,20.
Minggu lalu, harga emas menguat 2% sejak
terkoreksi tajam, bangkit dari harga $1.117,35, meski demikian para
pialang masih belum banyak yang melakukan aksi beli kembali. Khususnya
bagi pialang yang ingin mengambil posisi lebih aman sembari menunggu
hasil persidagangan The Federal Reserve pada pertengahan bulan ini.
Data-data ketenagakerjaan AS selama
seminggu ini akan menjadi pertimbangan untuk melihat seberapa besar
peluang The Fed dalam menaikkan suku bunga. Mayoritas pasar saat ini
menilai kenaikan suku bunga akan dilakukan tidak bulan September ini.
Kecenderungan pendapat pasar adalah pada Desember nanti. Emas memang
mendapatkan keuntungan dengan kondisi lingkungan suku bunga rendah,
mengurangi biaya untuk memegang aset seperti emas ini sembari memberi
tekanan bagi logam mulia.
Melihat ke bursa Eropa, turun sebesar
0,5% setelah bursa saham AS juga melemah terpengaruh data manufaktur
Tiongkok, AS dan Eropa yang melemah. Menimbulkan kekhawatiran akan
perlambatan ekonomi global. Kondisi ini dimanfaatkan investor untuk
melakukan aksi beli kembali pada saat harga emas turun, dan berharap
kenaikan harga emas terjadi. Setidaknya dalam dua minggu kedepan, hingga
masa persidangan FOMC dan keputusan akan kenaikan suku bunga AS muncul.
Data non farm payroll pada Jumat besok, apabila lemah maka akan membuat
investor lebih percaya diri memegang posisi beli. Asumsinya, kenaikan
suku bunga semakin besar berpeluang ditunda.
Secara teknis, harga emas saat ini memang
tengah mencoba untuk menembus ke posisi $1.163 per ons.(Lukman Hqeem |
redaksi@financeroll)







