Wall Street kembali bergejolak pada hari Selasa, buruknya data
aktivitas manufaktur China menimbulkan kecemasan baru terhadap ekonomi
terbesar kedua di dunia, dan menekan turun tiga indeks utama Amerika
Serikat hampir 3%. Pelaku pasar kini mulai khawatir akan kemungkinan
sell off jangka panjang melanda Wall Street.
Tidak hanya di China, di Eropa hingga AS mengalami penurunan
aktivitas manufaktur di bulan Agustus. Institute for Supply Management
(ISM) melaporkan indeks aktivitas manufaktur AS turun menjadi 51.1 dari
52.7 di bulan Juli. Angka di bulan Agustus tersebut merupakan level
terendah sejak bulan Mei 2013.
Muramnya kondisi pasar bertambah setelah pimpinan International Monetary Fund, Christine Lagarde, mengatakan pertumbuhan ekonomi global saat ini terlihat lebih lambat dari beberapa bulan sebelumnya.
Saham-saham sektor energi melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir setelah harga minyak turun pasca rally terbesar sejak tahun 1990 dalam tiga hari.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 469,68 poin atau 2,8% menjadi 16.058,35. S&P 500 tenggelam 58,33 poin atau 3% menjadi 1.913,85, dan Nasdaq Composite anjlok 140,40 poin atau 2,9% menjadi 4.636,10.
Muramnya kondisi pasar bertambah setelah pimpinan International Monetary Fund, Christine Lagarde, mengatakan pertumbuhan ekonomi global saat ini terlihat lebih lambat dari beberapa bulan sebelumnya.
Saham-saham sektor energi melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir setelah harga minyak turun pasca rally terbesar sejak tahun 1990 dalam tiga hari.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 469,68 poin atau 2,8% menjadi 16.058,35. S&P 500 tenggelam 58,33 poin atau 3% menjadi 1.913,85, dan Nasdaq Composite anjlok 140,40 poin atau 2,9% menjadi 4.636,10.







