Saham-saham Asia bergerak melemah di awal sesi perdagangan pertama
bulan September, seiring sentimen investor terseret oleh penutupan
negatif Wall Street dan data manufaktur China yang mengecewakan. Wall
Street mengakhiri perdagangan hari Senin lebih rendah, yang
menghantarkan ke-3 indeks utama AS mencatat kinerja bulanan terburuk
sejak tahun 2012.
Sementara pemerintah China melaporkan indeks aktivitas manufaktur
tergelincir ke level kontraksi pada bulan Agustus, turun menjadi 49,7
dari 50 pada bulan Juli. Sedangkan data final dari Caixin/Markit
menunjukkan PMI manufaktur China bulan Agustus direvisi naik menjadi
47,3 dari publikasi awal yang sebesar 47,1, namun mengalami penurunan
jika dibandingkan dengan 47,8 pada bulan Juli.
Indeks Shanghai Composite China merosot lebih dari 3% di awal sesi, menyusul rilis data manufaktur yang mengecewakan, setelah mencatat penurunan untuk bulan ke-3 berturut-turut pada hari sebelumnya. Sentimen negatif yang sama juga menekan indeks Hang Seng turun hingga 1% lebih rendah, setelah mencatat kinerja bulanan terburuk dalam hampir 4-tahun pada bulan Agustus.
Indeks acuan Nikkei225 Jepang anjlok 2% seiring tergerusnya sentimen investor oleh penutupan negatif bursa saham AS, dengan apresiasi Yen lebih lanjut turut menekan saham-saham berorientasi ekspor. Saham Suzuki Motor memimpin penurunan dengan merosot 4,2%, dibuntuti oleh saham Panasonic dan Sony yang masing-masing kehilangan 2,2% dan 1,1%. Saham-saham kelas berat juga menyumbang penurunan yang signifikan di bursa, dengan Fast Retailing dan Fanuc sama-sama terdepresiasi lebih dari 1%.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI terpantau turun sekitar 1,1% dengan sebagian besar saham blue-chip mengawali perdagangan dari zona merah. Saham produsen chip SK Hynix turun 2,7%, diikuti oleh penurunan 1,3% saham produsen baja Posco. Hyundai Motor dan Kia Motors juga dibuka turun lebih dari 1%.
Indeks Shanghai Composite China merosot lebih dari 3% di awal sesi, menyusul rilis data manufaktur yang mengecewakan, setelah mencatat penurunan untuk bulan ke-3 berturut-turut pada hari sebelumnya. Sentimen negatif yang sama juga menekan indeks Hang Seng turun hingga 1% lebih rendah, setelah mencatat kinerja bulanan terburuk dalam hampir 4-tahun pada bulan Agustus.
Indeks acuan Nikkei225 Jepang anjlok 2% seiring tergerusnya sentimen investor oleh penutupan negatif bursa saham AS, dengan apresiasi Yen lebih lanjut turut menekan saham-saham berorientasi ekspor. Saham Suzuki Motor memimpin penurunan dengan merosot 4,2%, dibuntuti oleh saham Panasonic dan Sony yang masing-masing kehilangan 2,2% dan 1,1%. Saham-saham kelas berat juga menyumbang penurunan yang signifikan di bursa, dengan Fast Retailing dan Fanuc sama-sama terdepresiasi lebih dari 1%.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI terpantau turun sekitar 1,1% dengan sebagian besar saham blue-chip mengawali perdagangan dari zona merah. Saham produsen chip SK Hynix turun 2,7%, diikuti oleh penurunan 1,3% saham produsen baja Posco. Hyundai Motor dan Kia Motors juga dibuka turun lebih dari 1%.







