MSCI Asia Pacific Index turun 2,3 persen menjadi 127,03 pada 04:00 di
Hong Kong, karena semua 10 kelompok industri mundur. Indeks Topix
Jepang merosot 3,8 persen setelah sebelumnya anjlok 7,4 persen pada
bulan Agustus.
Shanghai Composite Index turun 1,2 persen di tengah kekhawatiran intervensi pemerintah akan gagal untuk menopang ekuitas.
Fluktuasi bursa saham Tiongkok pada bulan Agustus mengguncang investor di seluruh dunia. Saham di Shanghai menguat hampir 10 persen selama Kamis dan Jumat setelah otoritas bursa menopang pasar sebelum Presiden Xi Jinping hadir di panggung pada parade untuk menunjukkan meningkatnya kekuatan militer dan politiknya.
China akan mendorong emiten untuk melakukan merger dan akuisisi, pembelian kembali saham ketika harga rendah dan membayar dividen tunai lebih tinggi atas perintah pemerintah untuk meningkatkan harga saham. Langkah-langkah yang bertujuan untuk meningkatkan nilai investasi emiten dan mempromosikan pertumbuhan yang stabil dan sehat dari pasar modal, inilah tujuan kebijakan yang diambil oleh China Securities Regulatory Commission.
Indeks Australia S & P / ASX 200 kehilangan 2,1 persen setelah bank sentral mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor rendah 2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,4 persen dan NZX 50, Index Selandia Baru turun tipis. Indeks Taiex Taiwan turun 1,9 persen dan S & P BSE Sensex Index India kehilangan 1,5 persen. Indeks Straits Times Singapura tergelincir 0,5 persen.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Selasa ini ditutup turun 2,15% ke posisi 4412,46, posisi tertinggi di 4484,79 dan posisi terendah di 4411,13, sementara saham unggulan LQ45 juga ditutup turun 2,66% pada posisi 750,28.
Toshiba Corp merosot 5,3 persen di Tokyo, membawa kerugian tahun ini menjadi 29 persen, setelah mengatakan bahwa masalah akuntansi baru yang berkaitan dengan proyek pembangunan unit baru di AS.
Shanghai Composite Index turun 1,2 persen di tengah kekhawatiran intervensi pemerintah akan gagal untuk menopang ekuitas.
Fluktuasi bursa saham Tiongkok pada bulan Agustus mengguncang investor di seluruh dunia. Saham di Shanghai menguat hampir 10 persen selama Kamis dan Jumat setelah otoritas bursa menopang pasar sebelum Presiden Xi Jinping hadir di panggung pada parade untuk menunjukkan meningkatnya kekuatan militer dan politiknya.
China akan mendorong emiten untuk melakukan merger dan akuisisi, pembelian kembali saham ketika harga rendah dan membayar dividen tunai lebih tinggi atas perintah pemerintah untuk meningkatkan harga saham. Langkah-langkah yang bertujuan untuk meningkatkan nilai investasi emiten dan mempromosikan pertumbuhan yang stabil dan sehat dari pasar modal, inilah tujuan kebijakan yang diambil oleh China Securities Regulatory Commission.
Indeks Australia S & P / ASX 200 kehilangan 2,1 persen setelah bank sentral mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor rendah 2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,4 persen dan NZX 50, Index Selandia Baru turun tipis. Indeks Taiex Taiwan turun 1,9 persen dan S & P BSE Sensex Index India kehilangan 1,5 persen. Indeks Straits Times Singapura tergelincir 0,5 persen.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Selasa ini ditutup turun 2,15% ke posisi 4412,46, posisi tertinggi di 4484,79 dan posisi terendah di 4411,13, sementara saham unggulan LQ45 juga ditutup turun 2,66% pada posisi 750,28.
Toshiba Corp merosot 5,3 persen di Tokyo, membawa kerugian tahun ini menjadi 29 persen, setelah mengatakan bahwa masalah akuntansi baru yang berkaitan dengan proyek pembangunan unit baru di AS.







