Thursday, 3 September 2015

Market Asia

Harga saham di berbagai bursa saham Asia jatuh untuk hari ketiga secara berturut-turut karena lemahnya data manufaktur Tiongkok, AS dan Eropa yang menimbulkan ketakutan melambatnya perekonomian dunia, namun harga saham perusahaan-perusahaan Jepang berdenominasi yen tak terpengaruh karena menjadi alternatif penyelamatan modal. Indeks patokan Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI, menyusut 1,2 persen pada sesi menjelang siang sehingga dalam pekan ini sudah tergerus 4 persen karena para investor mencampakkan saham-saham dari pasar ekonomi berkembang.
Indeks saham berjangka AS, S&P e-mini, naik 0,7 persen yang menandakan investor berada dalam posisi menunggu setelah Wall Street amblas tiga persen. “Ini adalah krisis pasar berkembang 2015,” kata Dominic Rossi dari Fidelity Worldwide Management yang mengelola asset 290 miliar dolar AS di seluruh dunia. Di Tiongkok, indeks CSI300 anjlok 2,4 persen ke posisi 3.281,92 poin, sedangkan indeks Shanghai terpangkas 2,5 persen ke posisi 3.088,82 poin.