Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau rebound sebagai
respon positif atas upaya pemerintah menelurkan paket-paket kebijakan
mengangkat perekonomian selain usaha investor untuk bottom fishing,
sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 4,446.20. Untuk
minggu berikutnya ini (31 Agustus – 4 September) bursa tampaknya masih
akan bergerak hati-hati karena masih dalam tekanan bearish. Secara
mingguan, IHSG berada antara support di level 4111 dan kemudian 4012,
sedangkan resistance level di posisi 4600 dan 4775.
Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau masih terus melemah terhadap
dollar dengan mata uang Yuan yang terus melemah serta rupiah sudah
menembus level psikologis Rp14,000, di mana secara mingguan rupiah
melemah ke level 14,011 bahkan sempat di 14,128. Kurs USDIDR pada minggu
mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level
14,200, sementara support di level 13,270 dan 13,230.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai
sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman Non-Farm Employment
Change Amerika yang kerap jadi pusat perhatian pasar serta pengumuman
suku bunga bank sentral Eropa dan Australia. Secara umum sejumlah agenda
rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor
minggu ini, adalah:
Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada
Selasa malam; disambung dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change pada
Rabu malam; berikutnya data tenaga kerja Unemployment Claims dan Trade
Balance serta ISM Non-Manufacturing PMI pada Kamis malam; ditutup dengan
Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis dataManufacturing PMI Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis Minimum Bid Rate bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.05%.
Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Final Manufacturing PMI China pada Selasa pagi; juga RBA Rate Statement yang diperkirakan akan bertahan di level 2.0%.
Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis dataManufacturing PMI Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis Minimum Bid Rate bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.05%.
Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Final Manufacturing PMI China pada Selasa pagi; juga RBA Rate Statement yang diperkirakan akan bertahan di level 2.0%.
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat rebound kembali
dengan pejabat the Fed menyebutkan bahwa ekonomi Amerika berada dalam
pertumbuhan stabil yang dipandang oleh pasar mendukung kemungkinan
kenaikan bunga the Fed segera, di mana secara mingguan index dollar AS
terpantau naik ke level 96.110. Sementara itu, pekan lalu euro dollar
terpantau naik turun dan berakhir melemah ke level 1.1188. Untuk minggu
ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1015 dan
1.0815 sementara resistance pada 1.1720 dan kemudian 1.1865.
Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5402 terhadap
dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada
1.5945 dan 1.6275 sedangkan support pada 1.5320 dan kemudian 1.5160.
Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 121.44. Pasar di
minggu ini akan berada di antara resistance level pada 125.26 dan
125.86, serta support pada 116.20 serta level 115.50. Sementara itu,
Aussie dollar terpantau turun saja ke level 0.7172. Range minggu ini
akan berada di antara support level di 0.7045 dan 0.6940, sementara
resistance level di 0.7444 dan 0.7850.
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah dengan masih merosotnya bursa saham daratan China oleh kekuatiran pasar terhadap situasi pelambatan ekonomi dunia yang dipimpin China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 19135. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 19725 dan 20665, sementara support pada level 17715 dan lalu 17625. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 21612. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23035 dan 24135, sementara support di 20850 dan 20240.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir rebound cukup tajam melewati pasar yang sangat fluktuatif terdorong oleh data ekonomi Amerika yang membaik. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat setelah pasar yang volatile ke level 16,636.79, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 16990 dan 17565, sementara support di level 15300 dan 14760. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 1,981.76, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2035 dan 2080, sementara support pada level 1860 dan 1820.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau mulai terkoreksi lagi dengan dollar yang bangkit menguat dan berakhir dalam harga emas dunia yang melemah tipis ke level $1133.90 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1170 dan berikut $1190, serta support pada $1110 dan $1080. Di Indonesia, harga emas terpantau turun sedikit ke level Rp511,520.







