Thursday, 13 August 2015

Data Ritel Sales AS Belum Mampu Keluarkan Kurs Pound Dari Jebakan Sidewaysnya


Sterling terlihat memanjangkan pola sideways sejak awal sesi Asia hingga pertengahan jam perdagangan Eropa berlangsung. Sepi arahan pada kalender ekonomi adalah pemicunya, namun pola ini sedang mengumpulkan tenaga untuk keluar dari range sempit pergerakan sideways tersebut. Sedangkan pada perdagangan kemarin pair GBPUSD ini berhasil menghindari sentimen buruk dari pasar tenaga kerja Inggris bulan Juli yang kurang menarik.
Terpantau saat ini (12:50:11 GMT) GBPUSD bergulir di kisaran 1.5609 belum begitu jauh dari pembukaanya di harga 1.5612 meski sudah lebih dari 12 jam perdagangan berlangsung. Sementara pada perdagangan kemarin pair ini membentuk rendah di harga 1.5532 dan kembali rendah setelah sektor tenaga kerja Inggris tidak sesuai optimis BoE. Namun karena pelemahan dollar AS saat itu pair ini mampu ditutup bullish di harga 1.5612 dari pembukaan 1.5571 dengan mencapai tinggi di harga 1.5659.
Pada perdagangan sesi Amerika malam ini, GBPUSD masih bergerak terbatas walaupun  laporan kinerja bisnis retail (Retail Sales) AS bulan Juli mengesankan pasar dollar AS, Indikator tersebut meningkat 0,6% yang sesuai dengan ekspektasi namun diatas pencapaian bulan Juni sebelumnya 0%. Selain itu laporan klaim pengangguran juga meningkat  lebih banyak dari jumlah 270 ribu pada laporan sebelumnya menjadi 274 ribu.
Secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat range sempit kondisi sideways yang di alami pair GBPUSD berada di dalam kisaran 1.5600-1.5635. Terlihat harga cenderung menguji support kisaran 1.5600, untuk mencoba keluara dari sideways ke arah pelemahan pada support selanjutnya di kisaran 1.5560. Namun bila harga masih bertahan di atas support kisaran 1.5600 tersebut maka pair ini berpotensi untuk ke arah atas untuk menguji kembali resisten terdekat di kisaran 1.5656.


Irfan Purnawan/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens