Harga patokan minyak mentah jenis Brent turun 52 sen ke $ 49,14 per barel pada malam ini setelah mencapai harga tinggi $ 50,39 perdagangan. Dan untuk harga minyak mentah AS diperdagangkan pada $ 42,30 per barel, harga telah turun $ 1, mendekati level terlemah sejak tanggal 18 Maret.
Semalam EIA mengumumkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 1,7 juta barel pekan lalu. Data ini mendekati perkiraan analis yaitu penurunan sebesar 1,8 juta barel. Sementara itu pasokan bensin mengalami penurunan sebesar 1,3 juta barel, lebih besar dibandingkan perkiraan penurunan yang hanya sebesar 647 ribu barel.
Sentimen berikutnya yang menekan harga minyak yaitu permintaan minyak Tiongkok yang akan berkurang setelah bulan Juli dilaporkan permintaan fisil minyak menurun, dan ini memberikan kekhawatiran pasokan minyak global akan menumpuk kembali. Apalagi Irak sebagai pengekkspor minyak besar OPEC akan menaikkan produksinya sehingga pasokan global berpotensi naik kembali.
Hingga akhir perdagangan besok, harga minyak mentah WTI diperkirakan makin melemah harga akan menemui support pada posisi 42,00 dollar dan 40,00 dollar. Namun jika terjadi kenaikan akan bergerak capai resistance di level 45,00 dollar dan juga 47,00 dollar, dan Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan di sesi AS berpotensi untuk melanjutkan penurunan yang memang sedang berlangsung.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens







