Minyak mentah WTI merosot lebih dari 4% pada Selasa kemarin, sementara pada perdagangan sesi Asia hari ini terlihat mencoba bangkit merespon laporkan persediaan dari American Petroleum Institute (API).
Permintaan minyak dari China yang merupakan konsumen terbesar kedua di dunia dikhawatirkan akan berkurang. Selain faktor pelambatan ekonomi, pelemahan yuan mengakibatkan harga minyak yang berdenominasi dollar menjadi lebih mahal bagi konsumen China. Nilai tukar yuan terhadap dollar mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua dekade terakhir setelah Bank Sentral China memberikan kelonggaran dengan mengubah perhitungan nilai tengah yuan.
Sentimen negatif untuk minyak juga datang dari OPEC yang memproyeksikan supply minyak dari negara-negara di luar kartel tersebut akan naik 90.000 barel per hari di tahun ini.
API pada pagi tadi melaporkan persediaan minyak AS turun 847.000 barel sepanjang pekan lalu. Pasar kini menanti laporan persediaan minyak dari Energy Information Administration yang akan dirilis malam nanti.







