Wednesday, 12 August 2015

Market Asia


Asia
Bursa saham Asia Pasifik pada umumnya ditutup anjlok, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8 persen menjadi 140,27 pada 16:01 di Hong Kong, menuju penutupan terendah sejak devaluasi yuan menyusul  laporan ekonomi Tiongkok untuk bulan Juli menunjukkan pelemahan, demikian juga dengan anjloknya nilai ekspor dan perlambatan pertumbuhan kredit.
Shanghai Composite Index ditutup sedikit melemah setelah sempat naik sebanyak 1,1 persen. Tiongkok mendevaluasi mata uangnya setelah bank sentral mengatakan sebelumnya bahwa yuan yang kuat menempatkan tekanan pada ekspor. Hang Seng China Enterprises Index turun 0,2 persen, sementara Indeks Hang Seng turun 0,1 persen.
Indeks Topix Jepang tergelincir 0,2 persen setelah naik ke posisi tertinggi delapan tahun pada hari Senin. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,8 persen. Indeks Taiex Taiwan turun 0,9 persen. S & P / ASX 200 Index Australia dan NZX 50 Index Selandia Baru masing-masing turun 0,7 persen.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan hari ini anjlok sebesar 2.66 persen ke level 4,622.59. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 3.32 persen ke level 781.5.
Indeks Straits Times Singapura tenggelam 1,4 persen, menuju penutupan terendah sejak Maret 2014. Nilai tukar mata uang negara ini tergelincir ke posisi terendah dalam lima tahun.
Harga saham China Southern Airlines Co merosot 18 persen di Hong Kong, memimpin penurunan diantara saham-saham maskapai penerbangan sebagai dampak devaluasi yuan yang dikuatirkan akan meningkatkan ukuran utang dalam mata uang dolar dan mengikis laba.
Unicharm Corp, pembuat popok Jepang yang mendapat 15 persen dari penjualan di pasar Tiongkok, merosot 2,3 persen di Tokyo. Nippon Paint Co anjlok 18 persen setelah melaporkan laba bersih kuartal pertama yang lebih rendah dari perkiraan.