Tuesday, 1 September 2015

Market AS

Reli saham sektor energy akibat melambung nya harga minyak mentah AS berjangka gagal mendominasi sentimen market akibat kekhawatiran para investor pada rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve di bulan September, sehingga memicu pelemahan tajam bursa Wall Street. Bursa saham AS berjangka melanjutkan pelemahan bulanan terburuk nya dalam3 tahun terakhir.
Komentar selama akhir pekan oleh Wakil Gubernur Fed Stanley Fischer menambah ketakutan kenaikan suku bunga bank sentral pada rapat moneter bulan ini. Fischer memprediksi inflasi AS akan mengalami rebound seiring tekanan di mata uang Dollar mereda, sehingga membuka peluang kenaikan Fed Rate secara gradual. Pernyataan Fischer ini diutarakan pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming mengindikasikan bank sentral AS memperkirakan pelemahan akibat kecemasan ekonomi China hanya bersifat sementara.
Namun jika Fed mulai menaikkan suku bunga di September, kecemasan atas koreksi saham yang sudah terlampau tinggi berpotensi tereskalasi, khususnya di saat bersamaan masih ada kecemasan di negara emerging, selain itu Eropa masih berjuang lepas dari resesi. Petunjuk lainnya baru akan didapat pada hari Jumat, ketika dilaporkan data tenaga kerja nonfarm payrolls AS.