Sempat ditutup libur panjang dalam perdagangan bursa saham Tiongkok
pada pekan pertama bulan September yang lalu, indeks Shanghai kembali
mencatatkan performa negatif dengan mencapai level terendah sejak pekan
pertama bulan Febuari tahun ini, yang dikarenakan oleh kecemasan pada
investor akan kebijakan terbaru regulator sekuritas Tiongkok dan
pemerintah Tiongkok yang akan menghentikan aksi pembelian saham secara
besar-besaran oleh pemerintah, dengan diganti oleh upaya pemerintah
Tiongkok dalam mencari para pelaku yang mendestabilisasi pasar saham.
Selain itu, buruknya kinerja sektor manufaktur, non manufaktur dan
sektor jasa dalam negeri pada bulan Agustus yang lalu turut berperan
dalam melemahkan bursa saham.
Secara keseluruhan dalam pergerakan indeks Shanghai pekan pertama yang lalu, indeks Shanghai kembali dirugikan sebesar 79.57 poin atau 2.45%, dengan menjadi 3.155,04 poin dari posisi penutupan diakhir pekan sebelumnya pada posisi 3.234,61 poin serta berhasil memperoleh penguatan terbesar pada posisi 3.232,35 poin dan penurunan terbesar pada posisi 3,038,12 poin.
Selama perdagangan bursa saham dipekan kedua nanti, tampak para investor akan menantikan dan merespon pada hasil rilis data laporan neraca perdagangan, data inflasi dan data PPI dalam negeri dibula Agustus yang lalu.
Pemberat bursa saham selama pekan pertama yang lalu adalah saham China Petroleum & Chemical, saham China Shenhua Energy, saham PetroChina, saham Shanghai Modern Pharmaceutical, saham Haitong Securitoes, saham CITIC Securities, saham Ping An Insurance, saham Shanghai Industrial Holdings, saham Shanghai Xinmei, saham Bank of China.
Berdasarkan pada hasil penutupan indeks Shanghai diakhir pekan pertama yang lalu, Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Shanghai dipekan kedua nanti masih akan berpotensi melanjutkan pelemahan dipekan pertama yang lalu, dengan menembus support pertama pada posisi 3.100,25 poin dann support kedua pada posisi 3.020,60 poin sedangkan level resistance pertamanya pada posisi 3.230,50 poin dan resistance kedua pada posisi 3.300,00 poin.
Secara keseluruhan dalam pergerakan indeks Shanghai pekan pertama yang lalu, indeks Shanghai kembali dirugikan sebesar 79.57 poin atau 2.45%, dengan menjadi 3.155,04 poin dari posisi penutupan diakhir pekan sebelumnya pada posisi 3.234,61 poin serta berhasil memperoleh penguatan terbesar pada posisi 3.232,35 poin dan penurunan terbesar pada posisi 3,038,12 poin.
Selama perdagangan bursa saham dipekan kedua nanti, tampak para investor akan menantikan dan merespon pada hasil rilis data laporan neraca perdagangan, data inflasi dan data PPI dalam negeri dibula Agustus yang lalu.
Pemberat bursa saham selama pekan pertama yang lalu adalah saham China Petroleum & Chemical, saham China Shenhua Energy, saham PetroChina, saham Shanghai Modern Pharmaceutical, saham Haitong Securitoes, saham CITIC Securities, saham Ping An Insurance, saham Shanghai Industrial Holdings, saham Shanghai Xinmei, saham Bank of China.
Berdasarkan pada hasil penutupan indeks Shanghai diakhir pekan pertama yang lalu, Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Shanghai dipekan kedua nanti masih akan berpotensi melanjutkan pelemahan dipekan pertama yang lalu, dengan menembus support pertama pada posisi 3.100,25 poin dann support kedua pada posisi 3.020,60 poin sedangkan level resistance pertamanya pada posisi 3.230,50 poin dan resistance kedua pada posisi 3.300,00 poin.







