Produktivitas sektor non pertanian AS naik dengan laju paling cepat
dalam 1-1/2 tahun pada kuartal kedua, menahan laju inflasi upah untuk
saat ini. Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu merevisi produktivitas
untuk menunjukkan kenaikan dengan laju tahunan sebesar 3.3%, laju paling
cepat sejak kuartal keempat tahun 2013, dari 1.3% pada bulan lalu.
Ekonom memperkirakan produktivitas akan direvisi menjadi 2.8%.
Produktivitas berkontraksi sebesar 1.1% pada kuartal pertama. Pekan lalu
pemerintah merevisi GDP kuartal kedua untuk menunjukkan laju
pertumbuhan tahunan sebesar 3.7% dari 2.3% yang diperkirakan sebelumnya.
Namun trend pada produktivitas masih lemah. Produktivitas naik sebanyak 0.7% dari setahun lalu dibandingkan dengan kenaikan sebesar 0.3% yang dilaporkan bulan lalu. Laju pertumbuhan produktivitas dianggap sebagai penentu laju pertumbuhan ekonomi non-inflasioner. Meski rebound pada kuartal kedua menekan tingkat upah untuk saat ini, trend yang masih lemah pada tingkat produktivitas menandakan bahwa laju pertumbuhan GDP dapat berada di bawah estimasi ekonom pada 1.5% – 2.0%.
Namun trend pada produktivitas masih lemah. Produktivitas naik sebanyak 0.7% dari setahun lalu dibandingkan dengan kenaikan sebesar 0.3% yang dilaporkan bulan lalu. Laju pertumbuhan produktivitas dianggap sebagai penentu laju pertumbuhan ekonomi non-inflasioner. Meski rebound pada kuartal kedua menekan tingkat upah untuk saat ini, trend yang masih lemah pada tingkat produktivitas menandakan bahwa laju pertumbuhan GDP dapat berada di bawah estimasi ekonom pada 1.5% – 2.0%.







